Penyebab Google Benci Microsoft, Tidak Mau Menunjukkan Support Untuk Os Windows Phone
Sumber gambar: Statcounter.com
Berdasarkan data pada Januari 2016, Internet Explorer mempunyai 16,6%. Perolehan IE menyusut di bulan Februari menjadi 15,8% dari keseluruhan pengguna browser di dunia. Hingga pada Maret 2016, jumlah pengguna IE juga menurun menjadi 15,5%.
Firefox dapat mengalahkan Internet Explorer dengan memiliki 15,6%. Berselisih tipis dengan IE 15,5%.
Walau begitu, perolehan jumlah pengguna yang dicapai Firefox belum ada apa-apanya daripada Chrome. Browser keluaran Google ini menjadi jawara dengan 60,5%.
Dua browser yang lain, ialah Opera dan Safari jumlah penggunanya tidak mengalami pergantian memiliki arti pada masa tersebut.
Jumlah kedua browser tersebut ialah 8,4% pada Maret 2016. Perolehan pangsa pasar tersebut sama dengan Januari dan Februari 2016.
Chrome OS vs Windows OS
Sistem operasi adalah hal yang terpenting pada komputer. Untuk bidang OS, maka yang menjadi jawara yaitu Windows (Microsoft).
Sekarang ini, sebagian besar orang di Dunia menggunakan tata cara operasi Windows. Baik itu Windows 7, Windows 8, ataupun Windows 10. Bahkan tak sedikit yang masih menggunakan Windows XP.
Adapun Google juga telah mengeluarkan OS khusus komputer, namanya Chrome OS. Akan namun masih kalah pamor dibanding Windows.
Windows memiliki sejarah panjang dan pengalaman dalam pengembangan metode operasi. Saat ini, belum ada yang dapat mengalahkan Windows.
Android Vs Windows phone
Kebalikan dari dunia OS komputer, dimana Microsoft merajai OS komputer. Untuk OS Smartphone, yang menjadi raja adalah Google, dengan tata cara operasi besutannya yakni Android.
Pasar windows di mobile tidaklah populer. Windows phone hanya memiliki tidak lebih 3% pasar. Adapun Android mempunyai 70% pasar. Saingan utama Android bukanlah Windows phone, akan namun iOS.
Kalau bicara sisi performa, maka penampilan Windows Phone lebih menarik.
Adapun dari sisi jumlah ketersediaan aplikasi, maka jumlah aplikasi Android jauh lebih banyak dibanding Windows Phone.
Google Translate vs Bing Transalte
Untuk soal mesin penerjemah, Google Translate sangat terkenal keberadaannya. Banyak blogger yang menggunakan layanan gratis dari Google ini.
Google Translate juga mendukung model mobile, dan handphone model usang pun bisa menggunakannya.
Microsoft dengan Bing Translatornya bergotong-royong juga dapat diandalkan. Tapi tidak support model mobile.
Adapun dari tingkat kepopulerannya, maka yang menjadi pemenang adalah Google Translate. Disamping juga mutu Google Translate yang lebih baik.
Google Maps vs Bing Maps
Menggunakan Google Maps bisa di di komputer dna ponsel. Dengannya, Anda bisa menjelajah dunia melalui Google Earth alasannya fiturnya yang cukup lengkap dan keren.
Dengan Google Maps, seseorang mampu menjelajah dunia secara lebih faktual.
Microsoft memang juga mempunyai Bing Maps, namun fiturnya tak selengkap Google Earth.
Blogger.com vs Windows Live Writer
Blogging menjadi hal yang sungguh populer sekarang ini. Untuk hal ini, bekerjsama Google dan Microsoft mempunyai kelebihannya masing-masing.
Anda mampu memanfaatkannya masing-masing. Banyak orang yang menggunakan Blogger dari Google untuk membuat blog.
Sementara itu, menggunakan Windows Live Writer dari Microsoft untuk memposting artikel blog, saya alasannya Blogger belum memiliki software posting blog yang mampu offline di komputer. Melakukan ini semoga lebih ekonomis kuota.
Lainnya
Ada beberapa hal yang belum mampu dikerjakan oleh Google dan Microsoft. Seperti membuat layanan jejaring sosial yang baik. Jejaring sosial yang terkenal yaitu Facebook dan Twitter.
Google sudah memiliki Google+. Adapun Microsoft belum mempunyai layanan jejaring sosial sendiri.
Untuk layanan streaming video, maka Youtube yang ialah milik Google menjadi rajanya. Adapun Microsoft memang belum memiliki layanan tersebut.
Untuk perangkat konsol game, maka Microsoft yaitu rajanya. Dengan memiliki Playstation dari Sony dan Xbox. Adapun Google belum tak memiliki produk perangkat mirip itu.
Microsoft telah menciptakan banyak game bermutu, mirip Age of Empires yang sungguh terkenal itu. Adapun Google masih belum mampu mendesain sebuah game yang berkualitas tinggi.
Microsoft memiliki software perkantoran yang sungguh mutakhir adalah Office. Adapun Google belum mampu membuatnya.
[Update 2016]
Setelah usang Berseteru, Microsoft dan Google Akhirnya Berdamai
Hubungan Microsoft dan Google dalam bertahun-tahun terakhir sangat panas. Kedua perusahaan raksasa teknologi itu kerap saling menggugat.
Kini mereka dikabarkan secepatnya mencabut permintaan aturan yang masih diproses di pengadilan.
Setelah mempunyai pemimpin gres, kedua perusahaan ini sepertinya menjadi lebih akrab.
Selain mencabut permintaan aturan, Microsoft dan Google juga bersepakat untuk lebih memprioritaskan negosiasi.
“Microsoft telah setuju untuk membatalkan permintaan aturan terhadap Google. Tindakan ini merupakan perjuangan kami untuk mengganti prioritas aturan yang kami jalani. Kami akan fokus berkompetisi dari sisi bisnis dan pelanggan saja,” kata juru bicara Microsoft mirip dilansir dari laman ReCode.
Di segi lain, Google juga mengeluarkan pernyataan serupa. Untuk mencabut seluruh tuntutan hukum yang telah diajukan kepada pihak Microsoft.
“Perusahaan kami memang bersaing dengan kasar. Tapi kami ingin menjalani persaingan dalam hal pengembangan produk, bukan dalam persoalan permintaan aturan,” ujar juru bicara Google.
Dalam bertahun-tahun terakhir, kedua perusahaan ini populer sungguh tidak akur. Keduanya sering mengalami benturan di beberapa hak paten.
Yang menimbulkan keduanya sering berhadapan di depan pengadilan beberapa negara di dunia.
Namun, semenjak kedua raksasa teknologi ini mendapat pemimpin gres (CEO). Microsoft dipimpin oleh Satya Nadella dan Google dipimpin Sundar Pichai.
Kondisi kedua persuahaan tersebut menjadi lebih erat daripada dikala Steve Ballmer dan Eric Schmidt memimpin masing-masing perusahaan.
Di bawah kepemimpinan Nadella, Microsoft mulai banyak menghadirkan aplikasi untuk platform Android. Diantaranya Office dan Skype.